Kamis, 13 Juni 2013

Kebangsaan, Wawasan dan Peran Generasi Muda Sebagai Penerus Bangsa

Diposkan oleh putri eka di 07.23
Definisi dari paham kebangsaan adalah pengertian tentang bangsa, meliputi apa bangsa itu dan bagaimana mewujudkan masa depannya. Paham kebangsaan bekorelasi dengan kata nasionalisme. Nasionalisme sendiri merupakan suatu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia (Wikipedia). Dalam paham ini, digambarkan adanya penyatuan atas perbedaan unsur dalam suatu negara, seperti ras, suku, agama, bahasa, dll. Yang menyatu atas dasar adanya persamaan hak dan persamaan tujuan umum atau cita-cita bersama yang dimiliki bangsa negara yang bersangkutan.
Rasa kebangsaan adalah suatu perasaan rakyat, masyarakat, dan bangsa terhadap kondisi bangsa Indonesia dalam perjalanan hidupnya menuju cita-cita bangsa yaitu menciptakan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD’45. Pada hakekatnya rasa kebangsaan merupakan subliminasi dari Sumpah Pemuda yang menyatukan tekad para pemuda menjadi bangsa yang kuat, dihormati, dan disegani diantara bangsa-bangsa di dunia. Rasa kebangsaan tercipta dan timbul karena adanya keinginan untuk mempertahankan keutuhan bangsa, menjaga solidaritas antar masyarakat, menguatkan persatuan dan kesatuan yang telah dibangun.
Sedangkan semangat kebangsaan adalah perpaduan atau sinergi dari rasa kebangsaan dan paham kebangsaan. Kondisi semangat kebangsaan atau nasionalisme suatu bangsa akan terpancar dari kualitas dan ketangguhan bangsa tersebut dalam menghadapi berbagai macam hambatan, ancaman, serta gangguan yang mengancam kelangsungan hidup bangsanya.
Apa yang Dimaksud dengan Wawasan Kebangsaan ?
Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang rakyat Indonesia dalam memandang bangsa dan negara Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh menyeluruh dan manunggal yang di dalamnya terdiri atas beranekaragam suku, etnis, agama, bahasa, dan adat-istiadat yang disatukan oleh semangat Pancasila dan UUD’45. Makna dari Wawasan Kebangsaan memang belum populer dalam masyarakat, sehingga sampai saat ini belum ada rumusan baku tentang Wawasan Kebangsaan itu, mengingat sifatnya yang abstrak dan dinamis.
Pada hakekatnya, Wawasan Kebangsaan Indonesia sudah dicetuskan oleh seluruh pemuda Indonesia dalam suatu tekad kesatuan pada tahun 1928 yang dikenal sebagai “Sumpah Pemuda”, yang intinya bertekad untuk bersatu dan merdeka dalam wadah sebuah “Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Pemahaman Wawasan Kebangsaan, tidak akan pernah lepas dari Wawasan Nusantara, karena keduanya adalah suatu kesatuan dalam memahami dan memaknai bangsa dan negara Indonesia sebagai kesatuan utuh menyeluruh dan manunggal. Oleh karena itu, tidak perlu heran kalau di dalam pemahaman Wawasan Kebangsaan banyak terdapat kemiripan dengan Wawasan Nusantara.
Wawasan kebangsaan sebagai jiwa bangsa Indonesia dan pendorong tercapainya cita-cita bangsa Indonesia, mengandung butir-butir yang menjiwai dan memaknai Wawasan Kebangsaan yaitu, rasa kebangsaan, paham kebangsaan, dan semangat kebangsaan, yang dapat digunakan sebagai alat pemersatu bangsa dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat yang beranekaragam latar belakang, suku, agama, ras, dan adat-istiadat. Sedangkan Wawasan nusantara adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensi yang serba terhubung dan pembangunannya di lingkungan nasional, regional serta global. Dimana dalam pelaksanaannya, wawasan nusantara lebih mengutamakan kesatuan wilayah geografis dan menghargai adanya kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.
Peran Generasi Muda
Melihat kondisi negara saat ini yang mudah terpengaruh akan budaya asing, pasti akan timbul pertanyaan bagaimana kita harus bersikap dan bertindak?
Menjaga kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia, dengan cara membawa jati diri bangsa dan menunjukkan dimana pun kita berada, kita bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang mempunyai banyak hal yang mampu dibanggakan. Tidak peduli banyak hal postif dari luar yang masuk kedalam negeri ini, kita harus tetap lebih bangga terhadap hal-hal yang dimiliki oleh Indonesia.
Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, dengan cara saling menghargai perbedaan, yang dimulai dari hal kecil, seperti perbedaan dalam menganut kepercayaan. Menaati peraturan, mengapa demikian? Karena adanya peraturan adalah untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara dengan bertujuan membuat Indonesia menjadi lebih baik dan menjaga stabilitas nasional.
Memanfaatkan kekayaan alam dengan baik dan untuk kepentingan bersama, oknum-oknum yang selalu mencari keuntungan pribadi dengan mengeruk kekayaan alam di Indonesia perlu ditindak lanjuti. Pelestarian kekayaan alam di Indonesia diperlukan agar anak cucu kita nantinya juga dapat merasakan apa yang dimiliki negeri ini.
Mengargai jasa para pahlawan, Indonesia tidak mungkin merdeka tanpa adanya usaha dan perjuangan para pahlawan. Maka dari itu kita sebagai kaum muda harus menghargai apa yang telah mereka lakukan terhadap negara ini.
Lalu bagaimana dengan tindakan anarkis di lingkungan mahasiswa?
Dalam pengertian secara umum, tindakan anarkis menjurus kepada tindakan pengrusakan, perkelahian, dan tindakan negatif lainnya. Ketika tindakan ini dilakukan oleh orang-orang yang bukan dari kalangan intelektual, mungkin wajar saja. Tapi bagaimana jika yang melakukan ini adalah mahasiswa yang jelas-jelas merupakan generasi muda, generasi yang berwawasan akademis. Tindakan seperti demo yang sering dilakukan di beberapa tempat umum dan gedung pemerintahan, bentrokan-bentrokan yang sering terjadi akhir-akhir ini, tidak menunjukan predikat mahasiswa yang sesungguhnya.
Haruskah ini terus terjadi pada generasi-generasi berikutnya?
Mahasiswa harus memahami kembali hakikat dirinya bisa menjadi mahasiswa. Dilihat dari bentukan katanya, mahasiswa berasal dari dua kata, yaitu “maha” yang berati besar, dan “siswa” yang berarti orang yang belajar. Jadi, mahasiswa adalah pelajar yang mempunyai derajat paling tinggi dibandingkan dengan pelajar-pelajar lainnya. Oleh sebab itu, mahasiswa harus menggunakan akal dan hati nuraninya, dalam setiap mengatasi masalah yang ada. Sudah diketahui, bahwasannya mahasiswa adalah agent of social change, yaitu agen perubahan sosial. Mahasiswa sudah seharusnya menjadi pengawal perubahan tatanan masyarakat dalam kehidupan bernegara. Sehingga, tujuan untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur akan tercapai.
Budaya anarkis harus mulai dibedakan dari sekarang, mana anarkis yang sebenarnya dan yang tidak. Pertama, anarkis yang harus dilakukan mahasiswa adalah sikap selalu menolak jika ada bentuk penindasan dan ketidak adilan. Penolakan itu bisa dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya melaui publikasi dan demonstrasi. Dalam melakukan publikasi, mahasiswa bisa memanfaatkan media-media yang ada untuk menyampaikan penolakannya, misalnya melalui artikel, puisi, cerpen, atau karya tulis yang lain yang bisa dimanfaatkan.
Kedua, anarkis yang harus dihindari mahasiswa adalah anarkis yang diartikan ke dalam hal yang negatif seperti yang dijeaskan di awal. Sebut saja, bentrok dengan aparat kepolisian dalam demonstrasi, bertikai dengan teman sendiri karena berbeda pendapat, dan hal-hal lain yang sifatnya negatif. Sebab, ini jelas tidak pantas dilakukan oleh mahasiswa yang notabene adalah insan akademis dan kaum intelektual.
Namun, harus digaris bawahi, jika berbagai uapaya penolakan sudah dilakukan, baik berupa publikasi maupun demonstrasi, tetapi segala bentuk penindasan dan ketidakadilan itu masih saja dilakukan, maka tindakan kekerasan harus dilakukan untuk meruntuhkan rezim yang melakukan hal itu. Sebab, apabila hal itu dibiarkan, maka semua cita-cita yang diimpikan oleh rakyat tidak akan terwujud. Oleh karena itu, mahasiswa harus mulai menamkan paham anarkisme dengan benar yang dijalankan sesuai dengan hukum bernegara dan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.
Source:
www.geocities.ws/nunk_shion/paper/sisham.html
http://mardoto.com/2010/11/26/peranan-mahasiswa-dalam-mengeliminasimenghilangkan-perilaku-kekerasandestruktif-saat-konflikunjuk-rasa-masyarakat/

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Life is a story II Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review